Subscribe RSS

Author Archive

BURMA-INGRIS, 1886-1942 Oct 04

Kesalahan terbesar Ingris berkaitan dengan Burma adalah mengikatkan negeri itu kepada kerajaan India. Suatu hal yang biasa di lakukan dengan melihat bahwa setiap tingkat penaklukan disusun dan di laksanakan oleh pemerintah India..Tiga generasi di Irlandia baru bisa membuat orangg menjadi orang Irlandia. Mungkin ini sama dengan Burma. Lagi pula, pejabat-pejabat pemerintah Ingis yang mula-mula mengetahui bahwa satu-satunya cara yang efektif untuk mengerjakan segala sesuatunya dikerjakan menurut metode Burma.

Gabungan beraneka macam faktor membawa perubahan yang mendasar dalam masalah kenegaraan ini. Pertama proses standardisasi menurut model India mendapat benih-benih yang penting dari usaha-usaha yang harus dilakukan untuk menindas kekacauan setelah terjadi aneksasi tahun 1886. Problem yang penting setelah aneksasi itu adalah kekacauan, pasukan Burma tanpa memperdulikan perintah untuk menyerah kabur kehutan-hutan desa dengan semjatanya melakukan perang geriliya di daerah yang luas.

Tujuan asli Sir Charles Bernard digunakan untuk ini melalui wakil-wakil pribumi sesuai dengan metode-metode setempat. Tetapi penganti Bernard, Sun Charles Crosthwaite, yang datang dengan pikiran kuat dan pasti tentang pemerintahan India, dengan membawa konsep rencana yang telah siap untuk menjadikan desa, seperti di India sebagai basis dan politik sosial.Politik itu di jalankan dengan peraturan desa Burma Udik tahun 1887 dan undang-undang desa Burma tahun 1889, yang di perlakukan di seluruh negeri itu.

Kedua langkah ini memberikan tugas-tugas yang bersifat hukum yang hubungan dengan pemeliharaan keterlibatan dan pengumpulan pendapat atas kepala kampung dan desa.Promosi kepala komisaris tahun 1897 ketingkatan Letnan Jendral yang dibantu oleh sebuah Dewan Legislatif yang terdiri dari 9 orang angota yang di angkat, termasuk 5 orang anggotanya yang tidak resmi, merupakan permulaan, meskipun bujkan sebab, suatu perluasan luar biasa fungsi-fungsi pemerintah pelipat gandaan departemen-departeman baru yang berhubungan dengan kesejahteraan sosial.

Bertambahnya departemen-departemen khusus, yang mulai tahun 1899 dengan pembentukan departemen yang terpisah untuk mengambil alih pengelolaan penjara-penjara dari Inspector General Of Civil Hospitals.Tahun 1990 seorang Komisaris Stratis Settlements dan pendaftar-pendaftar tanah diangkat untuk lebih efesien mengenai masalah-masalah pajak pendapatan tanah. Dari tahun 1990 juga pengawasan yang lebih dekat dilakukan atas pendidikan twlah dilembangkan dan perluasan yang luar biasa pendidikan negeri telah dimulai.

Komite Disteri pedesaan, yang pertama kali dibentuk tahun 1884 juga atas permintaan pemerintah India, gagal agak lebih buruk sebagai suatu exsperimen pemerintahan sendiri. Pada tahun 1990 pembaruan-pembaruan  Minto-Moerley dalam pemerintahan India menambah besar Dewan Legislatif Burma dengan keangotaan sebesar 30 orang dengan sebagian besar non-official.

Tetapi laporan Monaque-Chelmsford hyang menjadi dasar undang-undang pemerintahan India tahun 1919 minta masalah Burma ditangukan dengan pertimbangan khusus, karena rakyatnya dari jenis bangsa yang berbeda, pada tingkatan perkembangan politik yang berbeda, dengan semuanya problemnya berbeda.Konperasi Meja Bundar Burma di adakan di London, antara November 1931 dan Januari 1932 untuk memebicarakan garis besar konsultasi untuk Burma berpisah dari India, agitasi di Burma sampai pada puncaknya dengan pembentukan sebuah Liga Anti Separasi yang mengusulkan untuk mengabungkan federasi India yang diajukan dengan pilihan pengunduran diri.

Kabinet dan parlemen Burma sekarang hampir memeliki kekuasaan yang lengkap atas masalah dalam negeri. Pemilihan umum pertama dengan semangat dilaksanakan. Dr.Ba.Maw menjadi perdana menteri pertama dan dia dengan temen-temenya dengan menjanjikan akan mengenai problema yang serius tentang kemunduran agraria, korupsi dan pemerintah desa.


Ingris telah berbuat lebih dahulu dibandingkan Belanda dalam mengenai masalah-masalah pendidikan pribumi Burma. Phayre sebagai komisaris pertama Burma-Inggris bertujuan membangun struktur pendidikan berdasarkan sekolah biara, yang seperti di Muangthai memberikan pendidikan dasar umum bagi anak-anak di seluruh negeri itu. Dan akhirnya sekolah biara di beri bantuan grant dan diawasi.

Pada abad XX makin bertambahnya permintaan akan sekolah menengah berbahasa Ingris menyebabkan kurangnya perhatian yang serius pada sekolah-sekolah biara dan pemusatan uasaha untuk melipat gandakan sekolah menegah.Di setiap negeri gerakan nasional mengejar aliran kemerdekaan sebagian besar. Secara praktis tidak ada penghubung antara pemimpin-pemimpin dalam suatu negeri dan pemimpin di luar negeri.









Category: Sejarah  | Comments off
KEBANGKUTAN KEMBALI ASIA TENGARA Oct 04

Pada permulaan abad XX faktor baru yang artinya mempunyai jangkauan yang jauh mungkin dapat mencamkan perkembangan sejarah Asia Tengara. Suatu  paragian sedang dalam proses bahwa dalam beberapa hal mengandungpersamaan yang tajam dengan Renaisan Eropa abad XV dan XVI.Ancaman kekuasaan Eropa membuat Asia Tengara sendiri jatuh tahun 1511, ketika Albuqurque menaklukan Malaka, Tetapi negara-negara Eropa belum abad XVI dan XVII belum siap membangun dan melaksanakan perluasan tertorial atas daerah-daerah yang luas yang begitu jauh dari pantai-pantai negara-negara Eropa.

Kekuasaan mereka di pertahankan oleh kekuatan angkatan laut dan benteng-benteng negara pasukan penjaganya. Dan ketika seperti Belanda menjelang abad VXII, mereka mendapatkan kekuasaan politik mereka tidak menguasai daerah-daerah itu secara langsung, tetapi memlalui  raja-raja pribumi. Portugis di benahi tangung jawab dalam perang salib menentang yang khafir, tetapi terhadap Islam dan Budha Teravada missionaris misionarisnya sedikit sekali hasilnya.

Prancis sebaliknya dalam pertengahan ke dua abad XVII telah melancarkan rencana besar missi Katholi, dengan menggunakan Ayut’ia sebagai basisnya.Abad XIX melahirkan fase baru dalam tekanan Eropa, dengan ancaman yang jauh lebih besar terhadap kemerdekaan negara-negara Asia Tengara yang dijaga dengan cemburu. Itu adalah kurun waktu perluasaan terrtiorial dan politik barat yang cepat, waktu Inggris, Perancis, dan Holland membangun kerajaan-kerajaan kolonial di Asia Tengara. Perkembangan ekonomi khususnya di pedalaman telah cepat sedemikian tidak putus asanya dalam beberapa hal, sehingga pribumi bersifat revolusi.

Produsen-produsen menjadi tergantung pada  pasar-pasar luar dan masalah-masalah yang menyayat hati dari keterikatan hutang budi dalam pertanian menyadarkan perasangka proporsi yang luar biasa besarnya.Respon Barat terhadap tantangan nasionalis itu tidak simpatik. Awal tahun 1900 Belanda secara umum memproklamasikan penerimaan mereka tentang “Aliran Baru” di mana katanya pemerintahan Hindia untuk orang Hindia.

Gerakan-gerakan nasional yang telah mencapai intensitas yang tinggi di Burma, Indo-China dan Indonesia dengan kuat sekali di pengaruhi oleh perkembangan-perkembangan di mana-mana di Asia. Pemberontakan Boxer tahun 1899 di China, munculnya jepang dan kekalahan Rusia yang menyolok tahun 1905, Revolusi Tiongkok tahun 1911 dan pembentukan partai Kuomintang oleh Sun Yat Sen.Tetapi kebangkitan nasionalisme, waktu itu hanya terbatas di Asia.

Konferensi perdamaian di Versailles pada akhir Perang Dunia pertama telah menutup ketel besar pendidihan air tuntutan-tuntutan nasionalis Eropa sendiri.Jauh sebelum tibanya orang-orang Eropa rakyat pribumi telah menghasilkan kesusteraan pribumi mereka sendiri. Bebarapa terutama Burma, Mion, Jawa dan Bali memperlihatkan beberapa macam bentuk dan kualitas kesusteraan yang bernilai tinggi.

Tak dapat diragukan banyak oposisi yang harus dijumpai kekuatan-kekuatan Eropa dalam perluasan terrtiriolnya selama abad XIX merupakan pemuasan nasionalis yang kuat. Tetapi, tak sedikit pemimpin pemberontak pada waktu itu sekarang dijadikan perintis-perintis dalam perjuangan kemerdekaan.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Asia_Tenggara

Category: Sejarah  | Comments off
Kategorisasai Eropa Menurut Orang Asia Tenggara Awal Mar 26

A.Kategori Pembedaan

Secara geografis, India diidentifikasikan diri sebagai tanah “ di bawah angin”. Sedangkan negeri di bagian barat (Eropa) disebut tanah “ di atas angin “. Orang-orang Eropa, seperti Spanyol dianggap bagian dari dunia “di atas angin”, karena merupakan tempat asal-usul agama Hindu, Budha, islam dan simbol-simbol yang dikaitkan dengan kebesaran Alexander Agung dan kekaisaran “Rum”. Secara geogafis kategori “di bawah angin” mencakup Asia Tenggara. Acuan-acuan didasarkan atas kesamaan perniagaan, kosmopolitanisme dan kemakmuuran.
https://layla.mypage.cz/

Ma Huan, membedakan jenis orang di Jawa pada awal abad ke-15 menjadi tiga. Yaitu Orang-orang yang bersih dan beradab, penduduk asli pedalaman, dan Chou Ta-Kuan. Orang-orang yang bersih dan beradab merupakan orang cina yang bermukim sementara maupun para saudagar muslim yang menetap secara permanen. Penduduk asli pedalaman adalah orang-orang jorok, pemuja setan, dan menyantap makanan kotor. Sedangkan Chou Ta-Kuan menggambarkan jurang pemisah antara suku beradab dataran Khamer dan budak yang mereka ambil dari daerah pegunungan.
https://www.ebnonline.com/profile.asp?piddl_userid=841318

B.Kontak-kontak pertama : “Orang Benggala Putih” dan “ Kepala Besi

1.Asia Tenggara mempunyai jalur pelayaran yang sangat luas, hal itu dimanfaatkan oleh para saudagar untuk melakukan perdagangan di kawasan tersebut. Para saudagar di sambut baik, misalnya saja :
1.Memperbolehkan saudagar asing membangun rumah sementara di kawasan Asia Tenggara.
2.Para saudagar boleh mendapatkan istri sementara.
3.Mendapatkan kebebasan berbaur di pasar.

Dalam awal kontak dengan Portugis, orang Portugis dapat mempelajari bahasa dan kebudayaan Asia. Sebaliknya masyarakat lokal bisa menjinakan para pendatang baru dan mempelajari bahasa mereka. Hal ini dibuktikan pada tahun 1511, Serrao dilaporkan bahwa dia telah meninggalkan dua orang anak dari seorang perempuan yang di kawini di Jawa. Selain itu dilaporkkan pula, Lopes de Sequiera selamat dari serangan orang Melayu berkat peringatan seorang perempuan Jawa. Berdasarkan paparan di atas, dampak dari pertemuan awal tersebut tampaknya lebih banyak dirasakan oleh orang Eropa.
https://forum.zenstudios.com/member.php?2546028-sumber1

Orang-orang Eropa yang mencapai kawasan Asia Tenggara sebelum Vasco de Gama, seperti Yahudi atau orang—orang Persia. Nicolo Conti misalnya. Saudagar muda ini mengadu nasib bersama beberapa para saudagar Persia. Dia berlayar bersama mereka ke India dan akhirnya ke Asia Tenggara pada tahun 1430-an. Menjelang pergantian abad, awal kontak dengan Eropa dibuka dengan penyelamatan Hieronomo di Santo Stefano dari Genoa bersama kafilah Arab dari musibah saat berlayar menuju India dan Sumatera oleh Kadi Muslim dari Pasai (Sumatera).
https://www.docracy.com/userprofile/show?userId=2t98hf7e9o

C.Polarisasi

Penyebab polarisasi agama antara islam dengan musuh-musuhnya di Asia Tenggara :
A.Kontra-Reformasi Katolik.
B.Kedatangan Francis Xaverius dan pengikut ordo Jesuit pada 1542.
C.Kebangkitan Turki sebagai suatu kekuatan Islam yang besar.

Konflik Muslim-Kristen mempengaruhi sebagian besar kawasan pada periode ini. Seorang misionaris Franciskan, dibunuh oleh sekelompok Muslim miltan di Brunai. Sementara misionaris Dominikan pertama yang tiba di Siam diserang oleh gerombolan Muslim. Dibeberapa kota besar Islam. Misalnya Aceh, Banten, Brunai, orang-orang Eropa yang melanggar hukum atau menyinggung perasaan penguasa diberi pilihan untuk masuk islam atau menerima hukuman mati. Misionaris Khatolik dan meluas sampai orang Eropa umumnya dipandang oleh saudagar Muslim kota sebagai musuh bebuyutan Islam.
http://www.divephotoguide.com/user/sumber1

D.Persaingan

Perpindahan agama dalam jangka waktu cukup singkat (1570-1650) ke agama Kristen dari mayoritas penduduk dataran rendah Filipina dan sebagian besar orang Maluku dan Vietnam adalah bukti respons positif pada aras massa. Masalah itu disinggung dalam buku catalog dari Tomas Pinpin, dimana Tomas merasa yakin bahwa orang-orang di negerinya (Filipina) ingin sekali menyaingi orang Spanyol. Analisis menarik dikemukakan oleh Vicente Rafael. Dia telah memperlihatkan bahwa Pinpin dan pembacanya menganggap bahwa bahasa Spanyol sebagai sumber perlindungan dari sistem hierarki yang hendak diterapkan Spanyol. Namun, teks Pinpin merupakan satu-satunya naskah tertulis Asia Tenggara yang tersisa periode awal, yang menegaskan bahwa orang Eropa telah memperkenalkan sesuatu yang penting.
http://www.divephotoguide.com/user/sumber1

E.Menjelaskan Kekuatan Eropa

Eropa merupakan pakarnya persenjataan. Mereka unggul dalam persenjataan dibanding dengan Asia Tenggara. Dalam sumber-sumber Asia Tenggara menolak mengkaitkan kekalahan mereka dengan mutu teknologi yang rendah. Diduga kekalahan Asia Tenggara ini dikarenakan karena Asia Tenggara masih percaya akan kekuatan alam spiritual dibandingkan dengan teknologi. Namun, begitu kekuatan Eropa tumbuh dan ingatan tentang asal-usulnya memudar, cerita yang dikembangkan untuk menjelaskannya makin lama makin simbolik.

Belanda memiliki kekuatan militer yang melebihi dari kekuatan orang-orang Liberia pendahulu mereka. Orang Belanda gemar akan berdagang dan dunia mistik. Dalam berdagang, orang Belanda memanfaatkan kekuatan mereka untuk perhitungan dagang yang matang. Jika bukan karena urusan berunding, mereka mendorong penguasa-penguasa Asia Tenggara untuk mundur dari urusan-urusan ekonomi dan militer kemudian beralih ke urusan spiritual dan simbolik. Hal ini dianggap Karena mereka tidak akan bisa bersaing dengan ambisi Belanda.
http://www.divephotoguide.com/user/sumber1

Menurut cerita, Baron Sukmul dan Coen membawa kekuasaan raja ke Batavia untuk mengklaim warisan Pajajaran. Bukan kekuatan senjata yang memberi kemenangan kepada mereka, tapi muslihat jitu dengan menembakkan kepingan logam dari laras meriam . Dia terbang ke angkasa untuk melihat kekayaan alam tanah Jawa. Di Jawa nampaknya meraka menemukan lawan setanding. Kemampuan terbang mereka ditangkal oleh sejumlah kekuatan yang lebih dahsyat. Hingga akhirnya orang-orang Asia Tenggara bisa melihat hikmah di balik kekuatan itu sebagai sumber harapan baru yang besar.
http://www.divephotoguide.com/user/sumber1

Perbudakan dan Perhambaan dalam Sejarah Asia Tenggara

Menurut H.J. Nieboer, budak merupakan seseorang yang menjadi hak milik pribadi orang lain yang secara politik dan sosial berada ditingkatan lebih rendah dibanding kebanyakan orang dan melaksanakan kerja wajib. Hal ini ditegaskan oleh Watson. Watson berpendapat bahwa manusia sebagai harta-milik dan kerja wajib sebagai inti dari setiap definisi universal tentang perbudakan. Batasan dalam penggunaan istilah perbudakan memang sulit ditentukan. Penyebab dari kesulitan itu adalah fungsi, bentuk, dan asosiasi yang timbul dari istilah ini.

Pada sumber-sumber Alkitab, suatu pola perbudakan keluarga Ibrani yang sangat dekat dengan pola di sebagian besar masyarakat Asia Tenggara zaman modern akan kita temukan. Berbagai jenis perhambaan diistilahkan dengan kata ‘ebed, mencakup perhambaan Israel di Mesir dan perhambaan Israel atau individu-individu kepada Tuhan, serta gambaran keluarga patriarkal dimana budak laki-laki dan perempuan menjadi bagian dari rumah tangga yang dibeli pada masa kecukupan dan dijual pada masa susah .
http://kbforum.dragondoor.com/members/sumber1.html

Di Mesir, menzinai perempuan merdeka akan dihukum mati, tapi berzina dengan perempuan budak cukup dikenakan denda membayar seekor domba jantan dan dicambuknya budak itu. Namun, di Afrika dan beberapa bagian Asia Tenggara, suatu keluarga sulit ditentukan karena lelaki yang jelas-jelas menjual anak perempuan dan membeli istri juga disebut ‘ebed. Tetapi pengalaman penghambaan di Mesir disussul penaklukan kanaan yang menghasilkan pencelaan terang-terangan terhadap penghambaan anak-anak Israel yang dominan.

Proses evolusi dari budak menjadi hamba-sahaya pada zaman akhir kekaisaran Romawi tentu amat kompleks. Hukum Yunani dan Romawi pada akhirnya memberi definisi status budak dan orang merdeka dengan batasan lebih ketat. Namun, kata doulos dalam bahasa Yunani dan servus dalam bahasa Latin tetap dipakai sebagai istilah-istilah netral secara moral untuk menyebut berbagai jenis perhambaan.
https://www.flicks.co.nz/member/sumber1/

Menurut Plato, perbudakan merupakan hasil pertumbuhan alamiah sempurna dari heararki keluarga patriarki, dan para penulis naskah Kristen Yunani dan Latin tidak merasa keberatan menganggap orang yang berbudi sebagai hamba Tuhan. Kita dapat menyimpulkan dari literatur tiga faktor penting yang muncul dalam pengkisian perbudakan di Asia Tenggara pada abad ke-17 dan ke-18. Ketiga faktor tersebut adalah kemiskinan, pertumbuhan kekuasaan Negara, dan agama semesta

A.Hierarki di Asia Tenggara

Pada dasarnya masyarakat tersusun secara hierarkis, seperti keluarga, sehingga kenyamanan dan keakraban dapat dicapai jika seseorang menyebut lawan bicara sebagai saudara, ayah, kakek dll.
https://www.gta5-mods.com/users/sumber1

Sehingga tumbuh hubungan-hubungan horisontal yang lebih baik. Penggunaan kata ganti orang pertama yang paling sering dipakai adalah kata-kata yang umum digunakan dalam setiap bahasa untuk menyebut budak atau hamba-sahaya (bondman), yaitu saya dalam bahasa Melayu/Indonesia, kha dalam bahasa Thai, dan khnjom dalam bahasa Khmer. Pola linguistik yang mencolok ini menunjukan bahwa ikatan vertikal merupakan inti dari kebanyakan sistem sosial di Asia Tenggara. Bahkan sampai sekarang pola itu tetap digarisbawahi oleh para antropolog sebagai ciri dari masyarakat yang mereka pahami.

B.Utang dan Kewajiban

Dari zaman sangat kuno sampai sekarang masih ada orang yang bekerja untuk orang lain. Hal ini karena meyakini suatu kewajiban, bukan demi mendapatkan upah dari pekerjaan. itu. Biasanya orang-orang yang terikat utang bisa dipersembahkan sebagai hadiah perkawinan, diserahkan sebagai jaminan hutang atau bahkan dijual. Namun, jika utang tidak dapat dibayar, pihak penerima utang harus diserahkan untuk menjadi hamba pihak pemberi utang. Banyak laporan yang membeberkan alasan umum mengapa si miskin terlibat utang adalah karena kebutuhan ritual. Seperti halnya untuk pembayaran mas kawin pernikahan atau penyembelihan kerbau saat meninggalnya seorang anggota keluarga.
http://ttlink.com/sumbersejarah

Berbagai kebudayaan Asia Tenggara makin memperjelas hubungan erat antara utang dan kewajiban untuk melayani pemberi utang dengan cara apapun yang dianggap pantas. Banyak hal yang bisa dilakukan misalnya saja dengan menjual diri dan menghamba berdasarkan hukum, penjualan atau pemberi harga diri , atau menjudikan diri sendiri ke dalam perhambaan. Kebanyakan ganjaran hukum dijatuhkan dalam bentuk uang. Pada zaman normal, utang tentunya merupakan sumber paling penting terjadinya hubungan perhambaan di Asia Tenggara. Namun, dalam sistem Asia Tenggara kewajiban dan kesetiaan lebih pokok ketimbang status sebagai harta milik.
https://forum.mobilelegends.com/home.php?mod=space&uid=516261&do=profile

C.Tawanan Perang

Tawanan perang atau orang yang diperoleh dari ekspedisi penaklukan biasanya diperbudak. Dalam praktiknya pampasan perang berbeda dengan posisi budak dalam setiap masyarakat baik di Asia Tenggara maupun Eropa atau dunia muslim. Pada masa kejayaan Angkor abad ke-13, sebagian besar penduduk tampaknya pernah menjadi budak tawanan. Kebanyakan tawanan perang secara kultural lebih dekat dengan pihak yang menangkap mereka. Sehingga dalam waktu satu sampai dua generasi mereka pun bisa menggunakan bahasa, memeluk agama, dan menjalankan gaya hidup yang sama dengan penduduk dominan.
https://twinoid.com/user/9830123

D.Budak Perkotaan

Dalam lingkup perniagaan kosmopolitan, asumsi budaya bahwa utang menyertakan kewajiban tidaklah memadai. Budak merupakan satu-satunya barang berharga paling penting. Untuk itu perlu adanya hukum yang melindungi para budak. Menurut Perry Anderson titik balik budaya perkotaan klasik juga menjadi saksi titik nadir perbudakan, dan merosotnya budaya perkotaan baik di Yunani maupun Romawi yang Kristen hampir selalu diikuti dengan berkurangnnya perbudakan. Begitu pula di Asia Tenggara, perbudakan menjadi puncak tertinggi perkembangan perkotaan yang berorientasi komersial.
https://funnypictures333.kroogi.com/?locale=en

Budak Milik Orang Eropa

Asia Tenggara merupakan bukti terpenting tentang bagaimana kolonis-kolonis Eropa mengambil-alih dan berinteraksi dengan sistem perbudakan. Orang-orang Eropa menghadapi sejenis tenaga kerja terikat di kota-kota Asia Tenggara yang mereka sebut budak. Orang-orang Eropa melihat bahwa kebanyakan budak diperlakukan sama seperti pelayan di Eropa, bahkan kadang-kadang lebih baik. Pada sistem perkotaan di Asia Tenggara, dimana-mana budak diberi makanan dan pakaian yang memadai. Namun, di Banten pada masa prakolonial sebuah sumber melaporkan bahwa majikan dapat menghukum mati budak-budak mereka. Sebagaimana pola Asia Tenggara, kegunaan utama budak-budak milik orang Eropa adalah dalam urusan kerja rumah tangga.
https://www.ioby.org/users/funnypictures333339649

Bagi orang Belanda, perbudakaan adalah alat untuk mendapatkan tenaga kerja kasar secara cepat di dalam lingkup perkotaan, dan utmanya generasi pertama budak ditempatkan pada posisi paling rendah. Namun, orang-orang Belanda dan Inggris berbeda dibanding para pemilik budak di perkotaan Asia Tenggara. Mereka menjaga jarak sosial dengan budak mereka. Budak mereka memang menjadi bagian dari penduduk perkotaan atau populasi sub-perkotaan , namun tidak masuk ke dalam kasta kulit putih yang berkuasa. Dengan kata lain, perbudakan di koloni-koloni Eropa lebih benyak berpedoman pada lingkungan Asia Tenggara ketimbanag pada gagasan hukum Eropa.
http://www.acapela.tv/en/my-account/show/eudora1/

Hamba Kerajaan, Budak Pribadi

Budak merupakan sebuah kata yang sering disalahgunakan. Perbudakan baru terjadi apabila ada kemungkinan si budak dijual atau diambilalih oleh pihak lain. Bagi kebanyakan orang dalam masyarakat itu terdiri dari tiga pilihan. Yaitu : mengabdi kepada raja melalui system corvee, mengabdi kepada kuil, mengabdi kepada “pribadi” atau menjadi budak orang kaya. Sistem perbudakan “pribadi” dalam lingkup Asia Tenggara dibatasi oleh pusat kekuasaan. Tidak mengherankan jika perbudakan terlihat amat menonjol ketika kekuasaan itu tersebar.

Kebebasan dan Perbudakan

Konsep kebebasan pribadi menurut M.I. Finley dan Perry A. adalah antithesis perbudakan hanya bisa muncul dalam situasi dimana bentuk lain dari penghambaan dimasukan ke dalam kategori budak dengan garis batas yang jelas. Di Yunani perbudakkan merupakan suatu kategori harta bergerak milik pribadi. Sedangkan kebebasan pribadi sebagai status yang dijamin oleh hukum. Dalam kitab-kitab melayu sering merujuk kejahatan baik yang dilakukan oleh orang merdeka maupun budak. Dari sanalah aturan hukum disusun untuk memerdekakan budak.
https://trackandfieldnews.com/discussion/member.php?203286-sejarah1

Kehidupan Para Budak

Para budak dilaporkan menjalankan semua jenis pekerjaan, sebagai pekerja bangunan, nelayan, pelaut, saudagar, maupun pembantu rumah tangga. Bahkan budak sering disuruh menggarap sebidang tanah. Di Sulawesi Selatan, khususnya di Selayar dan Bali dijadikan tempat akumulasi budak terbesar karena daerah tersebut banyak mengekspor tekstil. Peran budak yang tampak mencolok adalah pekerjaan rumah tangga dan penghibur.

Peran domestic para budak tampak dominan pada abad ke-18 dan ke-19. Kehidupan budak disini mungkin leb ih mudah dan lebih aman dalam arti fisik. Dan pada abad ke-19 di Siam dilaporkan memperlakukan budak-budak secara baik atau bahkan lebih baik daripada perlakuan terhadap pelayan-pelayan di Eropa. Selain itu, budak terkadang juga dikorbankan sebagai perlengkapan beberapa kebutuhan ritual seperti upacara penguburan seorang kepala suku.
https://freedomsponsors.org/user/sumber1/

Pergundikan

Pada abad ke-19, dilaporkan bahwa orang Eropa melakukan perdagangan perempuan muda Asia Tenggara. Di Eropa perdagangan ini berlangsung secara besar-besaran bahkan disebut pula pasar perkawinan. Pemanfaatan para gundik atau perempuan-perempuan di istana di dunia Melayu untuk layanan yang diberikan dan ikatan saling menguntungkan dengan orang luar kerap disalahartikan oleh orang Eropa Mereka menganggap bahwa ini merupakan suatu bentuk pelacuran. Namun, di sini ditegaskan bahwa kalau pelacuran bersifat murni komersial, sedangkan perempuan hamba-sahaya hanya digunakan untuk menarik pelayan laki-laki.
http://www.inmethod.com/forum/user/profile/133058.page

Perdagangan Budak

Sebelum adanya surat perjanjian kerja yang berkembang pada abad ke-19, pergerakan orang tawanan dan budak merupakan sumber utama dari mobilitas tenaga kerja di Asia Tenggara. Sutherland memperlihatkan bahwa kaum budak merupakan mayoritas penduduk Makasar-Belanda pada abad ke-17 dan ke-18. Pada abad ke-16, Menurut Tome Pires kota Malaka, Siam, Brunai merupakan pengimpor budak terbesar. Hal ini dikaitkan dengan islamisasi. Uraian Speelman mengenai perdagangan Makasar pada pertengahan abad ke-17 dapat digabungkan dengan sumber lain untuk memperlihatkan perubahan. Sulu dan Magindanao masa itu mengawali sejarah sebagai pusat utama perampasan dan pembagian kembali kaum budak. Kemudian perdagangan budak akhir abad ke-18, Sulu dan Batavia mendominasi perdagangan budak di Nusantara.
http://balmound1.mobie.in/sumber%20sejarah%20indonesia

“Penghapuasan” Perbudakan

Kemunduran perbudakan sebagai suatu pranata sedikit berhubungan dengan tumbuhnya kesadaran moral. Ada dua faktor yang kelihatannya sebagai penyebab kemunduran perbudakan. Yaitu Negara semakin mengendalikan seluruh rakyat dan yang kedua adalah pertambahan jumlah buruh-tani tunakisma miskin yang membuat kerja upahan dan sistem eksploitasi menjadi lebih murah. Pemerintah Eropa mulai menentang perbudakan pada permulaan abad ke-19. Satu-satunya perekonomian di Asia Tenggara yang mengalami kesulitan serius akibat pelanggaran tersebut adalah perkeniers perkebunan pala Banda.

Belanda tidak menganggap perbudakan sebagai suatu kegiatan illegal di koloni-koloninya sampai dengan tahun 1860. Baru pada tahun 1910 Belanda berusaha untuk menindas perbudakan di Batak. Selain Belanda Siam juga mengilegalkan perbudakan secara bertahap antara 1874 dan 1905. Namun penghapusan perbudakan secara berangsur-angsur ini bukan berarti pasar bebas kerja upahan sudah berjalan di Asia Tenggara.

Category: Sejarah  | Tags:  | Comments off
Latar Pergerakan Nasional Indonesia Feb 25

Ada faktor-faktor sebagai latar belakang lahirnya gerakan nasional di Indonesia. Aspek itu sudah kami kumpulkan dengan komplet, mencakup aspek internal serta external. Latar belakang pergerakan nasional Di bawah ini penuturannya.

Latar Belakang Lahirnya Gerakan Nasional di Indonesia

Pemahaman aspek internal sebagai latar belakang lahirnya gerakan nasional ialah beberapa faktor dalam negeri, selain itu aspek external ialah beberapa faktor di luar negeri yang berbentuk momen terpenting yang lalu punya pengaruh pada lahirnya gerakan nasional di Indonesia.

Sebelum kita mengulas lebih dalam tentang ke-2 aspek latar belakang itu, di bawah ini beberapa karakter perlawanan sebelum tahun 1900 atau sebelum gerakan nasional muncul serta berkembang :

Perlawanan berbentuk kedaerahan atau lokal.

Perlawanan berbentuk negatif, perlawanan belumlah dapat dijangkau oleh kekuasaan penjajah serta masih tetap mencari perlindungan dengan pengetahuan gaib.
Perlawanan berbentuk irasionil, tujuannya masih tetap memercayakan kemampuan seseorang pemimpin yang karismatik (memiliki kesaktian).


Perlawanan berbentuk follow-up, berarti tidak ada tindak lanjut jika seseorang pemimpin sukses ditawan.

Aspek Internal Latar Belakang Gerakan Nasional

Aspek Internal atau aspek dalam negeri sebagai latar belakang lahirnya gerakan nasional di Indonesia mencakup :

  1. Penderitaan rakyat karena terdapatnya penjajahan

Penderitaan yang dihadapi rakyat Indonesia lalu menimbulkan perasaan senasib serta sepenanggungan sebab saling terasa dijajah oleh Belanda. Perasaan berikut yang setelah itu menimbulkan semangat untuk menyatu menghimpun kemampuan untuk mengusir semua penjajahan yang sempat berada di Nusantara (Indonesia).

  1. Perubahan komunikasi antar pulau

Perubahan komunikasi mengakibatkan makin gampang serta semakin biasanya orang Indonesia untuk berkomunikasi dan berjumpa pada beberapa orang di beberapa pulau. Pada perubahan setelah itu, Wartawan menjadi alat komunikasi begitu menggenggam terpenting dalam menyadarkan rakyat dalam proses perjuangan serta sebarkan harapan sampai kemerdekaan Indonesia secara cepat serta menguatkan persatuan serta kesatuan bangsa.

Category: Uncategorized  | One Comment
Organisasi Gerakan Pemuda Feb 25

“Sejarah Organisasi Pergerakan Pemuda” adalah topik yang akan kita ulas pada artikel kesempatan ini, sub topik mencakup latar belakang berdirinya organisasi pemuda, organisasi-organisasi pemuda yang sukses dibangun, tokoh pendiri serta arah organisasi pemuda. Butuh anda kenali, Budi Utomo adalah organisasi pertama yang berdiri pada saat gerakan nasional di Indonesia. Organisasi Budi Utomo lalu jadi pelopor berdirinya organisasi-organisasi lainnya, beberapa Organisasi Pergerakan Pemuda juga banyak muncul di Indonesia.

Organisasi pemuda adalah beberapa kumpulan organisasi yang sukses dibangun oleh beberapa pemuda, anggota organisasi pemuda umumnya datang dari kelompok siswa menengah atas. Beberapa organisasi pemuda yang sukses berdiri pada saat gerakan nasional mencakup : Trikoro Dharmo, Jong Sumatranen Bond, Perhimpunan-perhimpunan Pelajar Indonesia, Pemuda Indonesia serta Indonesia Muda. Di bawah ini keterangan tentang organisasi-organisasi pemuda yang telah dijelaskan di atas bersama latar belakang, tokoh pelopor serta maksudnya.

Latar belakang berdirinya beberapa organisasi pemuda dikarenakan peranan pemuda di Organisasi Budi Utomo kurang disadari lebih persisnya diambil alih oleh kelompok tua yang terbagi dalam beberapa pegawai negeri serta golongan priyai. Seperti yang kita kenali, organisasi Budi Utomo sebelumnya memang dibangun oleh himpunan beberapa pelajar, akan tetapi pada perubahan setelah itu organisasi ini dikuasai oleh beberapa pegawai negeri serta golongan priyai.

Karena kelompok muda yang makin tersisih, beberapa pemuda lalu berinisiatif membuat perkumpulan / organisasi sendiri. Di bawah ini beberapa organisasi pemuda yang sukses berdiri pada saat gerakan nasional Indonesia.

Trikoro Dharmo

Organisasi ini adalah organisasi pertama yang dibangun oleh beberapa pemuda sesudah Budi Utomo dikuasai oleh beberapa priyai. Organisasi Trikoro Dharmo berdiri pada tanggal 7 Maret 1915 di Jakarta,, sesudah 3 tahun lalu, persisnya pada tahun 1918 organisasi ini namanya dirubah jadi Jong Java.

Tokoh organisasi pergerakan pemuda Jong Java mencakup : Sunardi, R. Satiman Wiryosanjoyo, Kadarman serta Agus Salim. Arah organisasi pergerakan pemuda Jong Java yakni sampai kejayaan dengan menguatkan persatuan pada beberapa pemuda dari Jawa, Madura, Sunda, Lombok serta Bali.

Usaha yang dikerjakan untuk sampai arah yakni dengan meningkatkan pengetahuan umum buat beberapa anggotanya, merajut tali bersilahturahmi antar pelajar sekolah menengah, sekolah kejuruan atau sekolah guru, lalu lebih memperkuat perasaan untuk menghidupkan budaya serta bahasa. Sebelumnya organisasi ini tidak berjalan dalam bagian politik, tapi sesudah masuknya Agus Salim bagian politik mulai dijajaki.

Pada akhirnya memunculkan beberapa pro serta kontra, ada yang sepakat serta tidak sepakat tentang pergeseran jalan ke bagian politik. Karena kontroversi itu, lalu yang sepakat berjalan dalam politik memisahkan diri untuk bikin perkumpulan baru yang bernama Jong Islamieten Bond.

Category: Uncategorized  | Comments off
Organisasi Wanita di Indonesia Feb 17

Memahami sejarah beberapa organisasi wanita pada masa pergerakan nasional di Indonesia beserta tokoh pendiri, tahun berdirinya, tujuan dan perkembangannya secara singkat.

Arah didirikannya organisasi wanita biasanya bukan untuk kebutuhan politik, tetapi lebih pada perbaikan hidup keluarga, mempertinggi kecakapan wanita serta pengetahuan mengenai arti perkawinan. Perubahan organisasi wanita waktu gerakan nasional di Indonesia mulai banyak muncul pada tahun 1904, diikuti dengan berdirinya organisasi wanita pertama, yakni Kautamaan Istri.

Di bawah ini beberapa organisasi wanita waktu gerakan nasional di Indonesia :

  1. Putri Mardika (1912)

Organisasi wanita waktu gerakan nasional ke-2 ialah Putri Mardika. Organisasi ini dibangun di kota Jakarta pada tahun 1912. Beberapa tokoh pelopornya mencakup R.R Rukmini, R.A Sutinah Joyopranoto, P.A Subarudin serta Sadikun Tondokukumo. Diambil dari wikipedia, organisasi wanita ini ialah sisi dari Organisasi Budi Utomo.

Arah serta tugas-tugasnya yakni memberi pertolongan beasiswa serta tuntunan pada kaum hawa dalam menuntut pelajaran ataupun memiliki pendapat di depan umum. Diluar itu, organisasi Putri Mardika pun teratur menerbitkan majalah setiap bulannya.

2. Kautamaan Istri (1904)

Organisasi wanita Keutamaan Istri dibuat pada tahun 1904 di kota Bandung. Tokoh pelopornya bernama R. Dewi Sartika. Arah didirikannya organisasi ini yakni untuk memberikan pengetahuan pada kaum hawa, terpenting supaya bisa membaca, menulis, berhitung serta keterampilan dalam kehidupan berumah tangga.

Langkah yang dikerjakan untuk mewujudkan arah itu, yakni dengan membangun sekolah Keutamaan Istri pada tahun 1910. Pada perubahan setelah itu, bukan sekedar siswi-siswi dari Bandung saja banyak yang datang, tetapi dari daerah lainnya ikut turut berperan serta seperti Garut, Tasikmalaya serta Purwakarta.

3. KAS (Kerajinan Amal Setia)

Tokoh pelopor berdirinya Sekolah Kerajinan Amai Setia ialah Roehana Koeddoes, wanita kelahiran Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tanggal 20 Desember 1884. KAS adalah sekolah keterampilan spesial buat wanita yang dibangun pada tanggal 11 Februari 1911.

Lewat sekolah ini, dia mengajari beberapa ketrampilan dari mulai baca catat, pendidikan agama, budi pekerti, serta mengurus keuangan. Menurut Roehana Koeddoes, diskriminasi pada kaum hawa untuk memperoleh pendidikan ialah aksi yang perlu dilawan.

Waktu membangun KAS, dia mendapatkan beberapa permasalahan baik dikalangan pemuka kebiasaan ataupun penduduk seputar. Akan tetapi dengan semangat juang tinggi, dia masih gigih serta yaitu dengan apakah yang tengah diperjuangkannya.

Aisyah (1917)

Organisasi wanita waktu gerakan nasional setelah itu Aisyah. Organisasi ini dibangun oleh tokoh bernama Nyai Ahmad Dahlan (H. Siti Walidah) pada tanggal 19 Mei 1917 (27 Rajab 1335 H) di kota Yogyakarta. Peranan terpenting Aisyah ialah memajukan pendidikan umum serta agama buat kamu wanita.

Pekerjaan yang lain seperti memberikan perasaan nasionalisme serta berkebangsaan dan pelihara anak yatim. Dibentuknya Aisyah pasti memberi faedah buat kamu wanita supaya bisa bertindak aktif dalam gerakan nasional di Indonesia pada saat itu.

Nah itu beberapa organisasi wanita pada saat gerakan nasional di Indonesia. Mudah-mudahan info di atas berguna serta bermanfaat buat kalian.

Sumber: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/mbvy/sekolah-kautamaan-istri/

Category: Sejarah  | Comments off
Organisasi Taman Siswa: Sejarah dan Perkembangannya Feb 17

Sejarah Berdirinya Taman Siswa

Pada tanggal 3 Juli 1922 organisasi Taman Siswa dibangun sebab terdapatnya ketidakpuasan pada skema Pendidikan yang berada di waktu itu. Saat itu pemerintahan Belanda masih tetap kuasai Indonesia serta skema pendidikannya.

Pemerintahan Belanda tidak membebaskan semua rakyat Indonesia untuk bersekolah. Cuma anak bangsawan, konglomerat, serta kelompok raja saja yang bisa bersekolah. Walau sebenarnya, semua rakyat Indonesia begitu memerlukan pendidikan supaya bisa selekasnya merdeka serta bebas dari penjajahan.

Taman Siswa dibangun untuk memperkenalkan pendidikan pada penduduk Indonesia supaya jadi bangsa yang merdeka. Perguruan Taman Siswa berkembang sampai tercipta Taman Indriya menjadi sekolah untuk taman kanak-kanak serta Perguruan Tinggi Sarjanawiyata Taman Siswa.

Tokoh Pendiri Taman Siswa

Pendiri organisasi Taman Siswa ialah R.M. Soewani Soeryaningrat atau yang seringkali kita ucap dengan Ki Hajar Dewantoro. Ia ialah tokoh bangsawan yang pada saat itu jadi pencetus organisasi pendidikan pertama di Indonesia.

Ki Hajar Dewantara yang dulunya sempat jadi wartawan serta aktif dalam dunia politik diketahui menjadi figur bangsawan yang mempunyai pemikiran jauh ke depan. Ia aktif menjadi penulis yang mempunyai kebudayaan tinggi serta begitu terpacu untuk berskolah di Belanda.

Pada tahun 1919 sesudah pulang dari Belanda, Ki Hajar Dewantara dengan teman-temannya membuat pertemuan di halaman tempat tinggalnya. Halaman rumah itu sekarang jadi pendopo Taman Siswa di Yogyakarta.

Waktu itu ki hajar Dewantara ditunjuk menjadi pemimpin sisi pendidikan untuk anak-anak serta remaja serta temannya Ki Ageng Suryomentaram ditunjuk menjadi pimpinan sisi pendidikan untuk umur dewasa.

Lantas tanggal 3 Juli 1922, Ki Hajar Dewantara, Pronowidigdo, serta teman-temannya yang lainnya mengungumkan berdirinya Perguruan Nasional Taman Siswa yang ada di Yogyakarta.

Semboyan Taman Siswa

Semboyan untuk beberapa guru dalam mengajar di Taman Siswa :

ing ngarsa sung tulada (di depan memberi teladan),
ing madya mangun karsa (di tengah membangun kemauan/inisiatif),
tut wuri handayani (dari belakang mendukung).

Semboyan yang ke-3 sangat kita kenal menjadi jargon sekolah di Indonesia.

Panji Tamansiswa

  1. Bentuk
    Berupa perisai dengan ukuran lebar dibanding panjang 2:3. Dibagian bawah, mulai batas 2/3 dari atas melengkung.
  2. Isi
    -lambang Tamansiswa;
    -suci Tata Ngesti Tunggal;
    -tahun masehi 1922 serta hiasannya.
  3. Warna
    Mempunyai warna basic hijau. Simbol Tamansiswa, tulisan, angka, hiasan serta rumbainya berwarna kuning emas.
  4. Makna warna
    -kuning emas= sinar, cemerlang, harapan mulia;
    -hijau : keinginan, tetap berkembang, pendidikan.
  5. Ukuran Baku
    Seputar 50×75 cm, untuk kepentingan lainnya ukuran berbanding 2:3.

Nah Itulah pembahasan secara singkat mengenai sejarah organisasi taman siswa atau sekolah taman siswa.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Sekolah_Taman_Siswa

Category: Uncategorized  | Comments off
Organisasi Indische Partij (IP) Feb 07

Indische Partij ialah organisasi moderen ke-3 yang berdiri sesudah Budi Utomo serta Sarekat Islam. Organisasi ini adalah organisasi pertama yang dengan tegas mengatakan berpolitik. Dengan begitu dapat disebutkan jika Indische Partij ialah parpol pertama di Indonesia. Indische Partij ingin menukar Indische Bond yang berdiri pada tahun 1899. Indische Bond ialah organisasi golongan Belanda peranakan (Indo) dengan pimpinan K. Zaalberg, seseorang indo.

Indische Partij mempunyai semboyan yang populer yaitu Hindia for Hindia yang bermakna Indonesia cuma ditujukan buat orang yang tinggal serta tinggal di Indonesia tiada melihat ketidaksamaan asal bangsanya. Mengenai arah dari Indische Partij ialah untuk menyiapkan kehidupan bangsa Indonesia yang merdeka.

Sejarah Indische Partij

Organisasi ini dibangun oleh Dr. Ernest Francois Eugene Douwes Dekker di Bandung pada tanggal 25 Desember 1912 serta adalah organisasi kombinasi Indo dengan bumi putera. Douwes Dekker ingin meneruskan Indische Bond, organisasi kombinasi Asia serta Eropa yang berdiri semenjak tahun 1898.

Indische Partij, menjadi organisasi politik makin bertambah kuat sesudah bekerja bersama dengan dr. Tjipto Mangoenkoesoemo serta Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ke-3 tokoh ini lalu diketahui dengan panggilan “Tiga Serangkai”. E.F.E. Douwes Dekker memiliki pendapat jika cuma lewat kesatuan tindakan menantang kolonial, bangsa Indonesia bisa merubah skema yang laku, pun keadilan buat sama-sama suku bangsa adalah kewajiban dalam pemerintahan.

Douwes Dekker memang mempunyai macam opini serta inspirasi, yang lalu dialirkan lewat majalah Het Tijdschrift serta media massa De Espres. Lalu dia banyak terkait dengan beberapa pelajar STOVIA di Jakarta.Serta tempatnya menjadi redaktur Bataviaasch Nieuwsblad jadi tidaklah heran jika dia banyak berteman serta memberikan peluang pada penulis-penulis muda dalam media massa.

Tujuan Indische Partij :

  1. Untuk bangun patriotism semua bangsa Hindia
  2. pada tanah air yang sudah anggota lapangan hidup padanya.
  3. Menyarankan kerja sama atas basic kesamaan ketatanegaraan.
  4. Memajukan tanah air Hindia.
  5. Menyiapkan kehidupan rakyat yang merdeka.

Sumber :

  1. M.C.Ricklefs Berjudul Sejarah Indonesia Modern (1998)
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/National_Indische_Partij
Category: Uncategorized  | Comments off
Organisasi PNI Partai Nasional Indonesia Feb 07

Ideologi Partai Nasional Indonesia (PNI)

Pilihan untuk jadikan nasionalisme menjadi haluan ideologi partai tidak terlepas dari keadaan yang laku waktu itu. Perpecahan di kelompok Sarekat Islam sampai pemberontakan PKI 1926 membawa efek buat perubahan politik di Hindia Belanda. Sukarno, salah satunya pendiri PNI, lewat tulisannya “Nasionalisme, Islamisme serta Marxisme”, menyarankan persatuan di kelompok golongan politik di Hindia Belanda.

“Argumentasi yang dikemukakan Sukarno dalam esei itu pertama kali berbentuk taktis. Nasionalisme disaksikan menjadi satu program minimal, diatas landasan itu unsur-unsur yang berlainan itu bisa bekerja bersama,” catat John D Legge dalam Sukarno: Biografi Politik.

Sukarno menyatakan nasionalisme ialah ideologi yang dapat menjadikan satu beberapa ketidaksamaan serta melempangkan jalan ke arah kemerdekaan. Dalam hal ini Sukarno dipengaruhi oleh beberapa ide nasionalisme Hindia yang sudah terlebih dulu diusung oleh Indische Partij yang dibangun oleh triumvirat Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo serta Suwardi Suryaningrat.

“Di dalam beberapa ide mereka Sukarno temukan pembenaran buat satu bentuk nasionalisme yang tidak memiliki kandungan prinsip spesifik pada Islam, teori perjuangan kelas, ataupun hubungan resmi dengan grup etnik spesifik,” catat MC. Ricklefs dalam Riwayat Indonesia Moderen.

Dengan pemahaman nasionalisme yang longgar itu, PNI dapat menyelesaikan landasan partai yang nantinya dapat mempersatukan “semua kemampuan revolusioner pada sebuah ikatan,” tutur Sukarno. Selain itu Soenario mengaku PNI menjadi “partai baru yang berbentuk nasional Indonesia dalam makna luas serta tidak chauvinistis,” katanya dalam memoarnya.

Berdirinya Partai Nasional Indonesia

Semenjak berdiri, PNI mengadakan kongres 2x. Kongres pertama diadakan di Surabaya pada 28-30 Mei 1928 serta kongres ke-2 di Jakarta, 18-20 Mei 1929. Dalam kongres pertama, Sukarno menyampaikan azas nasionalisme PNI ke hadapan beberapa ribu pengikutnya, sekaligus juga pertemuan sah pertama pada pemimpin partai serta konstituennya. Bahkan juga agen Dinas Pengawasan Politik pemerintah juga ikut menyelinap ke dalamnya.

“Rapat terbuka yang saat kongres didatangi massa seputar 3000 – 3500 orang arek-arek Surabaya, terbagi dalam pimpinan serta massa PNI dan partisipan, serta tentunya wakil dari Pemerintah Hindia Belanda serta PID (Politieke Inlichtingen Dienst),” kata Iskaq.

Iskaq sendiri dalam kongres itu memperlancar masukan pada praktek exorbitante rechten, hak spesial gubernur jenderal untuk tangkap atau mengasingkan siapa saja yang dipandang mengganggu ketertiban umum serta menantang pemerintah kolonial. Beberapa materi perbincangan kongres yang menyerang kebijaksanaan pemerintah tingkatkan kewaspadaan pada partai yang baru berdiri itu.

Kongres ke-2 di Jakarta dikit berlainan dari kongres pertama sebab saat itu lagu Indonesia Raya dinyanyikan sekaligus juga jadi lagu harus sah partai. Peserta sidang juga hadir dari beberapa daerah di Indonesia, terkecuali cabang Ulusiau, “karena ketuanya G. Dauhan dilarang hadir ke kongres PNI oleh Residen di Manado,” kata Iskaq. Materi perbincangan di kongres tidak banyak jauh berlainan dari kongres pertama. Masih gawat pada pemerintah kolonial.

Bersamaan dinamisnya pekerjaan PNI, pengawasan pemerintah kolonial juga makin ketat. Beberapa pemimpin PNI yang menggalang kemampuan tidak cuma di kelompok partai, pun meluaskan peranannya dengan membangun Permufakatan Perhimpunan Politik Berkebangsaan Indonesia (PPKI) sebagai motor beberapa pertemuan politik serta Sumpah Pemuda pada 1928. Iklim politik kembali memanas bersamaan munculnya pemimpin-pemimpin politik yang baru itu.

“Pemerintah kolonial mulai menantang beberapa pemimpin baru. Pada kurun saat itu komune beberapa orang Belanda pun makin cenderung ke kanan dan terasa begitu kuatir serta sakit dengan rapat-rapat umum yang besar, dimana Sukarno serta pemimpin-pemimpin yang lain dengan seenaknya mencerca penguasa kolonial,” catat sejarawan Ricklefs.

Ketegangan yang berlangsung semenjak berdirinya PNI pada akhirnya berbuntut pada penangkapan beberapa pemimpin PNI. Pada 29 Desember 1929, Sukarno bersama Maskoen, Soepriadinata serta Gatot Mangkoepradja diamankan di Yogyakarta selesai hadir rapat umum yang diadakan PPKI. Serangkaian yang diawali semenjak 24 Desember itu menurut Iskaq berlangsung “pada 37 tempat, yaitu 27 di Jawa, 8 di Sumatera, 1 di Sulawesi serta 1 kembali di Kalimantan. Penangkapan semuanya sejumlah 180 pimpinan PNI,” kata Iskaq mencuplik info Soenario.

Penangkapan beberapa ratus pemimpin PNI, termasuk juga beberapa pemimpin pentingnya, sudah membuat PNI lumpuh. Menurut Ricklefs dengan penangkapan itu pekerjaan politik PNI berhenti keseluruhan. “Tanpa Sukarno, jadi PNI begitu lemah,” katanya. Meski begitu, lanjut Ricklefs, “konsepsi nasional Indonesia yang tidak memiliki hubungan keagamaan ataupun kedaerahan spesifik mulai di terima dengan luas di kelompok elite.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Nasional_Indonesia

Category: Uncategorized  | Comments off
Kongres Organisasi SI Dec 15

Organisasi Sarekat Dagang Islam adalah organisasi ekonomi dengan basic agama Islam dan penggeraknya ialah perekonomian rakyat. Organisasi ini lalu berkembang cepat dan berubah menjadi organisasi atau perkumpulan yang mempunyai dampak besar. Tepat pada tahun 1912, organisasi sarekat dagang Islam berganti nama menjadi Sarekat Islam atau disingkat SI. Tokoh yang berperan pada saat itu adalah H.O.S. Tjokroaminoto yang merupakan pemimpin baru Sarekat Islam.

Pergantian nama dilakukan supaya organisasi ini dapat beroperasi pada sektor politik, hingga bukan sekedar pada bagian ekonomi saja. Bila dilihat dari anggaran dasarnya, bisa diambil kesimpulan tujuan Organisasi Sarekat Islam ialah sebagaimana berikut ini :

  1. Meningkatkan jiwa dagang.
  2. Menolong anggota-anggota yang alami kesusahan dalam sektor bisnis.
  3. Memajukan bidang pengajaran dan upaya mempercepat naiknya derajat kehidupan rakyat.
  4. Melakukan perbaikan pendapat-pendapat yang salah tentang agama Islam.
  5. Hidup menurut perintah agama.

Organisasi Sarekat Islam tidak batasi keanggotaannya hanya untuk penduduk Jawa dan Madura saja. Arah tujuan SI ialah membangun persaudaraan, pertemanan dan tolong-menolong diantara muslim serta meningkatkan perekonomian rakyat. Keanggotaan SI terbuka untuk semua susunan penduduk muslim. Pada saat SI mengajukan diri menjadi Badan Hukum, awalannya Gubernur Jendral Idenburg menolak.

Badan Hukum hanya diberikan pada SI lokal. Meskipun dalam biaya dasarnya tidak tampak terdapatnya unsur politik, tapi dalam kegiatannya SI menyimpan perhatian besar pada unsur-unsur politik dan menentang ketidakadilan serta penindasan yang dikerjakan oleh pemerintah kolonial. Berarti SI mempunyai jumlah anggota yang banyak hingga memunculkan kecemasan pemerintah Belanda.

Kongres Organisasi Sarekat Islam

Kongres pertama diselenggarakan pada bulan Januari 1913 di Surabaya. Dalam kongres ini Tjokroaminoto mengatakan jika SI bukan adalah organisasi politik, serta mempunyai tujuan untuk tingkatkan perdagangan antarbangsa Indonesia, menolong anggotanya yang mengalami kesusahan ekonomi dan meningkatkan kehidupan relijius dalam penduduk Indonesia.

Kongres ke-2 diselenggarakan di Surakarta yang menyatakan jika SI hanya terbuka buat rakyat biasa. Beberapa pegawai pemerintah tidak bisa menjadi anggota. Pada tanggal 17-24 Juni 1916 diselenggarakan kongres SI yang ke-3 di Bandung. Dalam kongres ini SI telah mulai melemparkan pengakuan politiknya.

SI bercita-cita menyatukan semua masyarakat Indonesia menjadi satu bangsa yang berdaulat (merdeka). Tahun 1917, SI mengadakan kongres yang ke empat di Jakarta. Dalam kongres ini SI menyatakan ingin memperoleh pemerintahan sendiri (kemerdekaan). Dalam kongres ini SI menekan pemerintah supaya membuat Dewan Perwakilan Rakyat (Volksraad).

Sumber :

    1. https://id.wikipedia.org/wiki/Sarekat_Islam
Perkembangan Organisasi Budi Utomo Dec 09

Organisasi Budi Utomo merupakan pelopor berdirinya organisasi-organisasi pada masa pergerakan nasional di Indonesia. Organisasi pemuda ini didirikan pada tanggal 20 Mei 1908 oleh Dr. Soetomo dan kawan-kawannya yang berasal dari mahasiswa STOVIA (sekolah dokter pribumi di Batavia).

Berdirinya Organisasi Budi Utomo menandai perkembangan baru dalam sejarah bangsa Indonesia. Pada awalnya, keanggotaan BU hanya terbatas pada golongan elit Jawa, terdiri dari kaum terpelajar dan para pegawai Hindia Belanda.

Pembatasan keanggotaan ini dibatasi karena perasaan takut mendapat saingan dari golongan rakyat jelata (Moejdanto, 1988:28). Namun pembatasan ini dihilangkan pada tahun 1927, sebab mendapat pengaruh dari pergerakan lain yang telah bermunculan.

Perkembangan Organisasi BU

Pada awalnya pergerakan organisasi pemuda ini bersifat kedaerahan, namun kemudian pada perkembangan selanjutnya istilah “nasional Indonesia” mulai muncul. Nama “Indonesia” dalam kancah perjuangan baru muncul pada tahun 1922, setelah dari tahun sebelumnya lebih dikenal dengan sebutan India. (Sumber Sejarah).

Berikut ini perkembangan organisasi BU dari tahun ke tahun :

  1. 1916 : Organisasi ini menjadi anggota Komite pertahanan India yang memperjuangkan milisi bagi pemuda Indonesia.
  2. 1918 : BU mengirimkan wakilnya ke Volksraad.
  3. 1918 : BU menjadi anggota Konsentrasi Radikal.
  4. 1927 : Organisasi ini menjadi anggota PPPKI yang kemudian terpengaruh sifat kolonialismenya.
  5. 1931 : Diadakannya kongres BU di Jakarta, salah satu keputusannya yaitu organisasi ini terbuka bagi seluruh bangsa Indonesia.
  6. 1932 : Kongres BU di Sala menetapkan tujuan secara jelas, yaitu kemerdekaan Indonesia.
  7. 1935 : BU bersama dengan beberapa perkumpulan pemuda mengadakan fusi dan membentuk sebuah wadah yang lebih besar, yaitu Partai Indonesia Raya (Parinda).

Organisasi Budi Utomo mengalami perkembangan yang sangat signifikan saat dipimpin oleh Pangeran Noto Dirjo. Beliau mewujudkan kata “politik” dalam tindakan yang nyata. Istilah “Tanah Air Indonesia” kemudian semakin diterima di kalangan masyarakat, terutama orang Jawa.

Sumber Referensi :

    • Drs. Moedjanto, M.A. 1988. Indonesia Abad ke 20-1 (Dari Kebangkitan Nasional Sampai Linggarjati). Yogyakarta : Kanisius.
Category: Sejarah  | One Comment
My Blog – Aldro Vandi Nov 23
Category: Uncategorized  | One Comment