Subscribe RSS

Archive for the Category "Uncategorized"

Latar Pergerakan Nasional Indonesia Feb 25

Ada faktor-faktor sebagai latar belakang lahirnya gerakan nasional di Indonesia. Aspek itu sudah kami kumpulkan dengan komplet, mencakup aspek internal serta external. Latar belakang pergerakan nasional Di bawah ini penuturannya.

Latar Belakang Lahirnya Gerakan Nasional di Indonesia

Pemahaman aspek internal sebagai latar belakang lahirnya gerakan nasional ialah beberapa faktor dalam negeri, selain itu aspek external ialah beberapa faktor di luar negeri yang berbentuk momen terpenting yang lalu punya pengaruh pada lahirnya gerakan nasional di Indonesia.

Sebelum kita mengulas lebih dalam tentang ke-2 aspek latar belakang itu, di bawah ini beberapa karakter perlawanan sebelum tahun 1900 atau sebelum gerakan nasional muncul serta berkembang :

Perlawanan berbentuk kedaerahan atau lokal.

Perlawanan berbentuk negatif, perlawanan belumlah dapat dijangkau oleh kekuasaan penjajah serta masih tetap mencari perlindungan dengan pengetahuan gaib.
Perlawanan berbentuk irasionil, tujuannya masih tetap memercayakan kemampuan seseorang pemimpin yang karismatik (memiliki kesaktian).


Perlawanan berbentuk follow-up, berarti tidak ada tindak lanjut jika seseorang pemimpin sukses ditawan.

Aspek Internal Latar Belakang Gerakan Nasional

Aspek Internal atau aspek dalam negeri sebagai latar belakang lahirnya gerakan nasional di Indonesia mencakup :

  1. Penderitaan rakyat karena terdapatnya penjajahan

Penderitaan yang dihadapi rakyat Indonesia lalu menimbulkan perasaan senasib serta sepenanggungan sebab saling terasa dijajah oleh Belanda. Perasaan berikut yang setelah itu menimbulkan semangat untuk menyatu menghimpun kemampuan untuk mengusir semua penjajahan yang sempat berada di Nusantara (Indonesia).

  1. Perubahan komunikasi antar pulau

Perubahan komunikasi mengakibatkan makin gampang serta semakin biasanya orang Indonesia untuk berkomunikasi dan berjumpa pada beberapa orang di beberapa pulau. Pada perubahan setelah itu, Wartawan menjadi alat komunikasi begitu menggenggam terpenting dalam menyadarkan rakyat dalam proses perjuangan serta sebarkan harapan sampai kemerdekaan Indonesia secara cepat serta menguatkan persatuan serta kesatuan bangsa.

Category: Uncategorized  | One Comment
Organisasi Gerakan Pemuda Feb 25

“Sejarah Organisasi Pergerakan Pemuda” adalah topik yang akan kita ulas pada artikel kesempatan ini, sub topik mencakup latar belakang berdirinya organisasi pemuda, organisasi-organisasi pemuda yang sukses dibangun, tokoh pendiri serta arah organisasi pemuda. Butuh anda kenali, Budi Utomo adalah organisasi pertama yang berdiri pada saat gerakan nasional di Indonesia. Organisasi Budi Utomo lalu jadi pelopor berdirinya organisasi-organisasi lainnya, beberapa Organisasi Pergerakan Pemuda juga banyak muncul di Indonesia.

Organisasi pemuda adalah beberapa kumpulan organisasi yang sukses dibangun oleh beberapa pemuda, anggota organisasi pemuda umumnya datang dari kelompok siswa menengah atas. Beberapa organisasi pemuda yang sukses berdiri pada saat gerakan nasional mencakup : Trikoro Dharmo, Jong Sumatranen Bond, Perhimpunan-perhimpunan Pelajar Indonesia, Pemuda Indonesia serta Indonesia Muda. Di bawah ini keterangan tentang organisasi-organisasi pemuda yang telah dijelaskan di atas bersama latar belakang, tokoh pelopor serta maksudnya.

Latar belakang berdirinya beberapa organisasi pemuda dikarenakan peranan pemuda di Organisasi Budi Utomo kurang disadari lebih persisnya diambil alih oleh kelompok tua yang terbagi dalam beberapa pegawai negeri serta golongan priyai. Seperti yang kita kenali, organisasi Budi Utomo sebelumnya memang dibangun oleh himpunan beberapa pelajar, akan tetapi pada perubahan setelah itu organisasi ini dikuasai oleh beberapa pegawai negeri serta golongan priyai.

Karena kelompok muda yang makin tersisih, beberapa pemuda lalu berinisiatif membuat perkumpulan / organisasi sendiri. Di bawah ini beberapa organisasi pemuda yang sukses berdiri pada saat gerakan nasional Indonesia.

Trikoro Dharmo

Organisasi ini adalah organisasi pertama yang dibangun oleh beberapa pemuda sesudah Budi Utomo dikuasai oleh beberapa priyai. Organisasi Trikoro Dharmo berdiri pada tanggal 7 Maret 1915 di Jakarta,, sesudah 3 tahun lalu, persisnya pada tahun 1918 organisasi ini namanya dirubah jadi Jong Java.

Tokoh organisasi pergerakan pemuda Jong Java mencakup : Sunardi, R. Satiman Wiryosanjoyo, Kadarman serta Agus Salim. Arah organisasi pergerakan pemuda Jong Java yakni sampai kejayaan dengan menguatkan persatuan pada beberapa pemuda dari Jawa, Madura, Sunda, Lombok serta Bali.

Usaha yang dikerjakan untuk sampai arah yakni dengan meningkatkan pengetahuan umum buat beberapa anggotanya, merajut tali bersilahturahmi antar pelajar sekolah menengah, sekolah kejuruan atau sekolah guru, lalu lebih memperkuat perasaan untuk menghidupkan budaya serta bahasa. Sebelumnya organisasi ini tidak berjalan dalam bagian politik, tapi sesudah masuknya Agus Salim bagian politik mulai dijajaki.

Pada akhirnya memunculkan beberapa pro serta kontra, ada yang sepakat serta tidak sepakat tentang pergeseran jalan ke bagian politik. Karena kontroversi itu, lalu yang sepakat berjalan dalam politik memisahkan diri untuk bikin perkumpulan baru yang bernama Jong Islamieten Bond.

Category: Uncategorized  | Comments off
Organisasi Taman Siswa: Sejarah dan Perkembangannya Feb 17

Sejarah Berdirinya Taman Siswa

Pada tanggal 3 Juli 1922 organisasi Taman Siswa dibangun sebab terdapatnya ketidakpuasan pada skema Pendidikan yang berada di waktu itu. Saat itu pemerintahan Belanda masih tetap kuasai Indonesia serta skema pendidikannya.

Pemerintahan Belanda tidak membebaskan semua rakyat Indonesia untuk bersekolah. Cuma anak bangsawan, konglomerat, serta kelompok raja saja yang bisa bersekolah. Walau sebenarnya, semua rakyat Indonesia begitu memerlukan pendidikan supaya bisa selekasnya merdeka serta bebas dari penjajahan.

Taman Siswa dibangun untuk memperkenalkan pendidikan pada penduduk Indonesia supaya jadi bangsa yang merdeka. Perguruan Taman Siswa berkembang sampai tercipta Taman Indriya menjadi sekolah untuk taman kanak-kanak serta Perguruan Tinggi Sarjanawiyata Taman Siswa.

Tokoh Pendiri Taman Siswa

Pendiri organisasi Taman Siswa ialah R.M. Soewani Soeryaningrat atau yang seringkali kita ucap dengan Ki Hajar Dewantoro. Ia ialah tokoh bangsawan yang pada saat itu jadi pencetus organisasi pendidikan pertama di Indonesia.

Ki Hajar Dewantara yang dulunya sempat jadi wartawan serta aktif dalam dunia politik diketahui menjadi figur bangsawan yang mempunyai pemikiran jauh ke depan. Ia aktif menjadi penulis yang mempunyai kebudayaan tinggi serta begitu terpacu untuk berskolah di Belanda.

Pada tahun 1919 sesudah pulang dari Belanda, Ki Hajar Dewantara dengan teman-temannya membuat pertemuan di halaman tempat tinggalnya. Halaman rumah itu sekarang jadi pendopo Taman Siswa di Yogyakarta.

Waktu itu ki hajar Dewantara ditunjuk menjadi pemimpin sisi pendidikan untuk anak-anak serta remaja serta temannya Ki Ageng Suryomentaram ditunjuk menjadi pimpinan sisi pendidikan untuk umur dewasa.

Lantas tanggal 3 Juli 1922, Ki Hajar Dewantara, Pronowidigdo, serta teman-temannya yang lainnya mengungumkan berdirinya Perguruan Nasional Taman Siswa yang ada di Yogyakarta.

Semboyan Taman Siswa

Semboyan untuk beberapa guru dalam mengajar di Taman Siswa :

ing ngarsa sung tulada (di depan memberi teladan),
ing madya mangun karsa (di tengah membangun kemauan/inisiatif),
tut wuri handayani (dari belakang mendukung).

Semboyan yang ke-3 sangat kita kenal menjadi jargon sekolah di Indonesia.

Panji Tamansiswa

  1. Bentuk
    Berupa perisai dengan ukuran lebar dibanding panjang 2:3. Dibagian bawah, mulai batas 2/3 dari atas melengkung.
  2. Isi
    -lambang Tamansiswa;
    -suci Tata Ngesti Tunggal;
    -tahun masehi 1922 serta hiasannya.
  3. Warna
    Mempunyai warna basic hijau. Simbol Tamansiswa, tulisan, angka, hiasan serta rumbainya berwarna kuning emas.
  4. Makna warna
    -kuning emas= sinar, cemerlang, harapan mulia;
    -hijau : keinginan, tetap berkembang, pendidikan.
  5. Ukuran Baku
    Seputar 50×75 cm, untuk kepentingan lainnya ukuran berbanding 2:3.

Nah Itulah pembahasan secara singkat mengenai sejarah organisasi taman siswa atau sekolah taman siswa.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Sekolah_Taman_Siswa

Category: Uncategorized  | Comments off
Organisasi Indische Partij (IP) Feb 07

Indische Partij ialah organisasi moderen ke-3 yang berdiri sesudah Budi Utomo serta Sarekat Islam. Organisasi ini adalah organisasi pertama yang dengan tegas mengatakan berpolitik. Dengan begitu dapat disebutkan jika Indische Partij ialah parpol pertama di Indonesia. Indische Partij ingin menukar Indische Bond yang berdiri pada tahun 1899. Indische Bond ialah organisasi golongan Belanda peranakan (Indo) dengan pimpinan K. Zaalberg, seseorang indo.

Indische Partij mempunyai semboyan yang populer yaitu Hindia for Hindia yang bermakna Indonesia cuma ditujukan buat orang yang tinggal serta tinggal di Indonesia tiada melihat ketidaksamaan asal bangsanya. Mengenai arah dari Indische Partij ialah untuk menyiapkan kehidupan bangsa Indonesia yang merdeka.

Sejarah Indische Partij

Organisasi ini dibangun oleh Dr. Ernest Francois Eugene Douwes Dekker di Bandung pada tanggal 25 Desember 1912 serta adalah organisasi kombinasi Indo dengan bumi putera. Douwes Dekker ingin meneruskan Indische Bond, organisasi kombinasi Asia serta Eropa yang berdiri semenjak tahun 1898.

Indische Partij, menjadi organisasi politik makin bertambah kuat sesudah bekerja bersama dengan dr. Tjipto Mangoenkoesoemo serta Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ke-3 tokoh ini lalu diketahui dengan panggilan “Tiga Serangkai”. E.F.E. Douwes Dekker memiliki pendapat jika cuma lewat kesatuan tindakan menantang kolonial, bangsa Indonesia bisa merubah skema yang laku, pun keadilan buat sama-sama suku bangsa adalah kewajiban dalam pemerintahan.

Douwes Dekker memang mempunyai macam opini serta inspirasi, yang lalu dialirkan lewat majalah Het Tijdschrift serta media massa De Espres. Lalu dia banyak terkait dengan beberapa pelajar STOVIA di Jakarta.Serta tempatnya menjadi redaktur Bataviaasch Nieuwsblad jadi tidaklah heran jika dia banyak berteman serta memberikan peluang pada penulis-penulis muda dalam media massa.

Tujuan Indische Partij :

  1. Untuk bangun patriotism semua bangsa Hindia
  2. pada tanah air yang sudah anggota lapangan hidup padanya.
  3. Menyarankan kerja sama atas basic kesamaan ketatanegaraan.
  4. Memajukan tanah air Hindia.
  5. Menyiapkan kehidupan rakyat yang merdeka.

Sumber :

  1. M.C.Ricklefs Berjudul Sejarah Indonesia Modern (1998)
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/National_Indische_Partij
Category: Uncategorized  | Comments off
Organisasi PNI Partai Nasional Indonesia Feb 07

Ideologi Partai Nasional Indonesia (PNI)

Pilihan untuk jadikan nasionalisme menjadi haluan ideologi partai tidak terlepas dari keadaan yang laku waktu itu. Perpecahan di kelompok Sarekat Islam sampai pemberontakan PKI 1926 membawa efek buat perubahan politik di Hindia Belanda. Sukarno, salah satunya pendiri PNI, lewat tulisannya “Nasionalisme, Islamisme serta Marxisme”, menyarankan persatuan di kelompok golongan politik di Hindia Belanda.

“Argumentasi yang dikemukakan Sukarno dalam esei itu pertama kali berbentuk taktis. Nasionalisme disaksikan menjadi satu program minimal, diatas landasan itu unsur-unsur yang berlainan itu bisa bekerja bersama,” catat John D Legge dalam Sukarno: Biografi Politik.

Sukarno menyatakan nasionalisme ialah ideologi yang dapat menjadikan satu beberapa ketidaksamaan serta melempangkan jalan ke arah kemerdekaan. Dalam hal ini Sukarno dipengaruhi oleh beberapa ide nasionalisme Hindia yang sudah terlebih dulu diusung oleh Indische Partij yang dibangun oleh triumvirat Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo serta Suwardi Suryaningrat.

“Di dalam beberapa ide mereka Sukarno temukan pembenaran buat satu bentuk nasionalisme yang tidak memiliki kandungan prinsip spesifik pada Islam, teori perjuangan kelas, ataupun hubungan resmi dengan grup etnik spesifik,” catat MC. Ricklefs dalam Riwayat Indonesia Moderen.

Dengan pemahaman nasionalisme yang longgar itu, PNI dapat menyelesaikan landasan partai yang nantinya dapat mempersatukan “semua kemampuan revolusioner pada sebuah ikatan,” tutur Sukarno. Selain itu Soenario mengaku PNI menjadi “partai baru yang berbentuk nasional Indonesia dalam makna luas serta tidak chauvinistis,” katanya dalam memoarnya.

Berdirinya Partai Nasional Indonesia

Semenjak berdiri, PNI mengadakan kongres 2x. Kongres pertama diadakan di Surabaya pada 28-30 Mei 1928 serta kongres ke-2 di Jakarta, 18-20 Mei 1929. Dalam kongres pertama, Sukarno menyampaikan azas nasionalisme PNI ke hadapan beberapa ribu pengikutnya, sekaligus juga pertemuan sah pertama pada pemimpin partai serta konstituennya. Bahkan juga agen Dinas Pengawasan Politik pemerintah juga ikut menyelinap ke dalamnya.

“Rapat terbuka yang saat kongres didatangi massa seputar 3000 – 3500 orang arek-arek Surabaya, terbagi dalam pimpinan serta massa PNI dan partisipan, serta tentunya wakil dari Pemerintah Hindia Belanda serta PID (Politieke Inlichtingen Dienst),” kata Iskaq.

Iskaq sendiri dalam kongres itu memperlancar masukan pada praktek exorbitante rechten, hak spesial gubernur jenderal untuk tangkap atau mengasingkan siapa saja yang dipandang mengganggu ketertiban umum serta menantang pemerintah kolonial. Beberapa materi perbincangan kongres yang menyerang kebijaksanaan pemerintah tingkatkan kewaspadaan pada partai yang baru berdiri itu.

Kongres ke-2 di Jakarta dikit berlainan dari kongres pertama sebab saat itu lagu Indonesia Raya dinyanyikan sekaligus juga jadi lagu harus sah partai. Peserta sidang juga hadir dari beberapa daerah di Indonesia, terkecuali cabang Ulusiau, “karena ketuanya G. Dauhan dilarang hadir ke kongres PNI oleh Residen di Manado,” kata Iskaq. Materi perbincangan di kongres tidak banyak jauh berlainan dari kongres pertama. Masih gawat pada pemerintah kolonial.

Bersamaan dinamisnya pekerjaan PNI, pengawasan pemerintah kolonial juga makin ketat. Beberapa pemimpin PNI yang menggalang kemampuan tidak cuma di kelompok partai, pun meluaskan peranannya dengan membangun Permufakatan Perhimpunan Politik Berkebangsaan Indonesia (PPKI) sebagai motor beberapa pertemuan politik serta Sumpah Pemuda pada 1928. Iklim politik kembali memanas bersamaan munculnya pemimpin-pemimpin politik yang baru itu.

“Pemerintah kolonial mulai menantang beberapa pemimpin baru. Pada kurun saat itu komune beberapa orang Belanda pun makin cenderung ke kanan dan terasa begitu kuatir serta sakit dengan rapat-rapat umum yang besar, dimana Sukarno serta pemimpin-pemimpin yang lain dengan seenaknya mencerca penguasa kolonial,” catat sejarawan Ricklefs.

Ketegangan yang berlangsung semenjak berdirinya PNI pada akhirnya berbuntut pada penangkapan beberapa pemimpin PNI. Pada 29 Desember 1929, Sukarno bersama Maskoen, Soepriadinata serta Gatot Mangkoepradja diamankan di Yogyakarta selesai hadir rapat umum yang diadakan PPKI. Serangkaian yang diawali semenjak 24 Desember itu menurut Iskaq berlangsung “pada 37 tempat, yaitu 27 di Jawa, 8 di Sumatera, 1 di Sulawesi serta 1 kembali di Kalimantan. Penangkapan semuanya sejumlah 180 pimpinan PNI,” kata Iskaq mencuplik info Soenario.

Penangkapan beberapa ratus pemimpin PNI, termasuk juga beberapa pemimpin pentingnya, sudah membuat PNI lumpuh. Menurut Ricklefs dengan penangkapan itu pekerjaan politik PNI berhenti keseluruhan. “Tanpa Sukarno, jadi PNI begitu lemah,” katanya. Meski begitu, lanjut Ricklefs, “konsepsi nasional Indonesia yang tidak memiliki hubungan keagamaan ataupun kedaerahan spesifik mulai di terima dengan luas di kelompok elite.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Nasional_Indonesia

Category: Uncategorized  | Comments off
Kongres Organisasi SI Dec 15

Organisasi Sarekat Dagang Islam adalah organisasi ekonomi dengan basic agama Islam dan penggeraknya ialah perekonomian rakyat. Organisasi ini lalu berkembang cepat dan berubah menjadi organisasi atau perkumpulan yang mempunyai dampak besar. Tepat pada tahun 1912, organisasi sarekat dagang Islam berganti nama menjadi Sarekat Islam atau disingkat SI. Tokoh yang berperan pada saat itu adalah H.O.S. Tjokroaminoto yang merupakan pemimpin baru Sarekat Islam.

Pergantian nama dilakukan supaya organisasi ini dapat beroperasi pada sektor politik, hingga bukan sekedar pada bagian ekonomi saja. Bila dilihat dari anggaran dasarnya, bisa diambil kesimpulan tujuan Organisasi Sarekat Islam ialah sebagaimana berikut ini :

  1. Meningkatkan jiwa dagang.
  2. Menolong anggota-anggota yang alami kesusahan dalam sektor bisnis.
  3. Memajukan bidang pengajaran dan upaya mempercepat naiknya derajat kehidupan rakyat.
  4. Melakukan perbaikan pendapat-pendapat yang salah tentang agama Islam.
  5. Hidup menurut perintah agama.

Organisasi Sarekat Islam tidak batasi keanggotaannya hanya untuk penduduk Jawa dan Madura saja. Arah tujuan SI ialah membangun persaudaraan, pertemanan dan tolong-menolong diantara muslim serta meningkatkan perekonomian rakyat. Keanggotaan SI terbuka untuk semua susunan penduduk muslim. Pada saat SI mengajukan diri menjadi Badan Hukum, awalannya Gubernur Jendral Idenburg menolak.

Badan Hukum hanya diberikan pada SI lokal. Meskipun dalam biaya dasarnya tidak tampak terdapatnya unsur politik, tapi dalam kegiatannya SI menyimpan perhatian besar pada unsur-unsur politik dan menentang ketidakadilan serta penindasan yang dikerjakan oleh pemerintah kolonial. Berarti SI mempunyai jumlah anggota yang banyak hingga memunculkan kecemasan pemerintah Belanda.

Kongres Organisasi Sarekat Islam

Kongres pertama diselenggarakan pada bulan Januari 1913 di Surabaya. Dalam kongres ini Tjokroaminoto mengatakan jika SI bukan adalah organisasi politik, serta mempunyai tujuan untuk tingkatkan perdagangan antarbangsa Indonesia, menolong anggotanya yang mengalami kesusahan ekonomi dan meningkatkan kehidupan relijius dalam penduduk Indonesia.

Kongres ke-2 diselenggarakan di Surakarta yang menyatakan jika SI hanya terbuka buat rakyat biasa. Beberapa pegawai pemerintah tidak bisa menjadi anggota. Pada tanggal 17-24 Juni 1916 diselenggarakan kongres SI yang ke-3 di Bandung. Dalam kongres ini SI telah mulai melemparkan pengakuan politiknya.

SI bercita-cita menyatukan semua masyarakat Indonesia menjadi satu bangsa yang berdaulat (merdeka). Tahun 1917, SI mengadakan kongres yang ke empat di Jakarta. Dalam kongres ini SI menyatakan ingin memperoleh pemerintahan sendiri (kemerdekaan). Dalam kongres ini SI menekan pemerintah supaya membuat Dewan Perwakilan Rakyat (Volksraad).

Sumber :

    1. https://id.wikipedia.org/wiki/Sarekat_Islam
My Blog – Aldro Vandi Nov 23
Category: Uncategorized  | One Comment