Subscribe RSS
KEBANGKUTAN KEMBALI ASIA TENGARA Oct 04

Pada permulaan abad XX faktor baru yang artinya mempunyai jangkauan yang jauh mungkin dapat mencamkan perkembangan sejarah Asia Tengara. Suatu  paragian sedang dalam proses bahwa dalam beberapa hal mengandungpersamaan yang tajam dengan Renaisan Eropa abad XV dan XVI.Ancaman kekuasaan Eropa membuat Asia Tengara sendiri jatuh tahun 1511, ketika Albuqurque menaklukan Malaka, Tetapi negara-negara Eropa belum abad XVI dan XVII belum siap membangun dan melaksanakan perluasan tertorial atas daerah-daerah yang luas yang begitu jauh dari pantai-pantai negara-negara Eropa.

Kekuasaan mereka di pertahankan oleh kekuatan angkatan laut dan benteng-benteng negara pasukan penjaganya. Dan ketika seperti Belanda menjelang abad VXII, mereka mendapatkan kekuasaan politik mereka tidak menguasai daerah-daerah itu secara langsung, tetapi memlalui  raja-raja pribumi. Portugis di benahi tangung jawab dalam perang salib menentang yang khafir, tetapi terhadap Islam dan Budha Teravada missionaris misionarisnya sedikit sekali hasilnya.

Prancis sebaliknya dalam pertengahan ke dua abad XVII telah melancarkan rencana besar missi Katholi, dengan menggunakan Ayut’ia sebagai basisnya.Abad XIX melahirkan fase baru dalam tekanan Eropa, dengan ancaman yang jauh lebih besar terhadap kemerdekaan negara-negara Asia Tengara yang dijaga dengan cemburu. Itu adalah kurun waktu perluasaan terrtiorial dan politik barat yang cepat, waktu Inggris, Perancis, dan Holland membangun kerajaan-kerajaan kolonial di Asia Tengara. Perkembangan ekonomi khususnya di pedalaman telah cepat sedemikian tidak putus asanya dalam beberapa hal, sehingga pribumi bersifat revolusi.

Produsen-produsen menjadi tergantung pada  pasar-pasar luar dan masalah-masalah yang menyayat hati dari keterikatan hutang budi dalam pertanian menyadarkan perasangka proporsi yang luar biasa besarnya.Respon Barat terhadap tantangan nasionalis itu tidak simpatik. Awal tahun 1900 Belanda secara umum memproklamasikan penerimaan mereka tentang “Aliran Baru” di mana katanya pemerintahan Hindia untuk orang Hindia.

Gerakan-gerakan nasional yang telah mencapai intensitas yang tinggi di Burma, Indo-China dan Indonesia dengan kuat sekali di pengaruhi oleh perkembangan-perkembangan di mana-mana di Asia. Pemberontakan Boxer tahun 1899 di China, munculnya jepang dan kekalahan Rusia yang menyolok tahun 1905, Revolusi Tiongkok tahun 1911 dan pembentukan partai Kuomintang oleh Sun Yat Sen.Tetapi kebangkitan nasionalisme, waktu itu hanya terbatas di Asia.

Konferensi perdamaian di Versailles pada akhir Perang Dunia pertama telah menutup ketel besar pendidihan air tuntutan-tuntutan nasionalis Eropa sendiri.Jauh sebelum tibanya orang-orang Eropa rakyat pribumi telah menghasilkan kesusteraan pribumi mereka sendiri. Bebarapa terutama Burma, Mion, Jawa dan Bali memperlihatkan beberapa macam bentuk dan kualitas kesusteraan yang bernilai tinggi.

Tak dapat diragukan banyak oposisi yang harus dijumpai kekuatan-kekuatan Eropa dalam perluasan terrtiriolnya selama abad XIX merupakan pemuasan nasionalis yang kuat. Tetapi, tak sedikit pemimpin pemberontak pada waktu itu sekarang dijadikan perintis-perintis dalam perjuangan kemerdekaan.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Asia_Tenggara

Category: Sejarah
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.