Subscribe RSS
Organisasi Wanita di Indonesia Feb 17

Memahami sejarah beberapa organisasi wanita pada masa pergerakan nasional di Indonesia beserta tokoh pendiri, tahun berdirinya, tujuan dan perkembangannya secara singkat.

Arah didirikannya organisasi wanita biasanya bukan untuk kebutuhan politik, tetapi lebih pada perbaikan hidup keluarga, mempertinggi kecakapan wanita serta pengetahuan mengenai arti perkawinan. Perubahan organisasi wanita waktu gerakan nasional di Indonesia mulai banyak muncul pada tahun 1904, diikuti dengan berdirinya organisasi wanita pertama, yakni Kautamaan Istri.

Di bawah ini beberapa organisasi wanita waktu gerakan nasional di Indonesia :

  1. Putri Mardika (1912)

Organisasi wanita waktu gerakan nasional ke-2 ialah Putri Mardika. Organisasi ini dibangun di kota Jakarta pada tahun 1912. Beberapa tokoh pelopornya mencakup R.R Rukmini, R.A Sutinah Joyopranoto, P.A Subarudin serta Sadikun Tondokukumo. Diambil dari wikipedia, organisasi wanita ini ialah sisi dari Organisasi Budi Utomo.

Arah serta tugas-tugasnya yakni memberi pertolongan beasiswa serta tuntunan pada kaum hawa dalam menuntut pelajaran ataupun memiliki pendapat di depan umum. Diluar itu, organisasi Putri Mardika pun teratur menerbitkan majalah setiap bulannya.

2. Kautamaan Istri (1904)

Organisasi wanita Keutamaan Istri dibuat pada tahun 1904 di kota Bandung. Tokoh pelopornya bernama R. Dewi Sartika. Arah didirikannya organisasi ini yakni untuk memberikan pengetahuan pada kaum hawa, terpenting supaya bisa membaca, menulis, berhitung serta keterampilan dalam kehidupan berumah tangga.

Langkah yang dikerjakan untuk mewujudkan arah itu, yakni dengan membangun sekolah Keutamaan Istri pada tahun 1910. Pada perubahan setelah itu, bukan sekedar siswi-siswi dari Bandung saja banyak yang datang, tetapi dari daerah lainnya ikut turut berperan serta seperti Garut, Tasikmalaya serta Purwakarta.

3. KAS (Kerajinan Amal Setia)

Tokoh pelopor berdirinya Sekolah Kerajinan Amai Setia ialah Roehana Koeddoes, wanita kelahiran Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tanggal 20 Desember 1884. KAS adalah sekolah keterampilan spesial buat wanita yang dibangun pada tanggal 11 Februari 1911.

Lewat sekolah ini, dia mengajari beberapa ketrampilan dari mulai baca catat, pendidikan agama, budi pekerti, serta mengurus keuangan. Menurut Roehana Koeddoes, diskriminasi pada kaum hawa untuk memperoleh pendidikan ialah aksi yang perlu dilawan.

Waktu membangun KAS, dia mendapatkan beberapa permasalahan baik dikalangan pemuka kebiasaan ataupun penduduk seputar. Akan tetapi dengan semangat juang tinggi, dia masih gigih serta yaitu dengan apakah yang tengah diperjuangkannya.

Aisyah (1917)

Organisasi wanita waktu gerakan nasional setelah itu Aisyah. Organisasi ini dibangun oleh tokoh bernama Nyai Ahmad Dahlan (H. Siti Walidah) pada tanggal 19 Mei 1917 (27 Rajab 1335 H) di kota Yogyakarta. Peranan terpenting Aisyah ialah memajukan pendidikan umum serta agama buat kamu wanita.

Pekerjaan yang lain seperti memberikan perasaan nasionalisme serta berkebangsaan dan pelihara anak yatim. Dibentuknya Aisyah pasti memberi faedah buat kamu wanita supaya bisa bertindak aktif dalam gerakan nasional di Indonesia pada saat itu.

Nah itu beberapa organisasi wanita pada saat gerakan nasional di Indonesia. Mudah-mudahan info di atas berguna serta bermanfaat buat kalian.

Sumber: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/mbvy/sekolah-kautamaan-istri/

Category: Sejarah
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.